27 Januari 2014

KKN PPL : Kamu Kok Ngerebut Pilihan Punya yang Lain

Akronimnya #duhDek banget nggak sih? Hehe.

Skip.

Kali ini cuma mau cerita sedikit mengenai apa yang membuat saya dan teman-teman tidak bisa tidur dan cukup panik dari Minggu (26/01) malam sampai Senin (27/01) pagi. Sebuah agenda besar kampus yang setiap tahun diadakan tapi entah mengapa kelihatannya masalahnya masih saja sama.

Untuk mahasiswa yang telah menempuh 100SKS, wajib untuk mengikuti program KKN PPL. Untuk non kependidikan, hanya KKN saja sementara yang kependidikan itu KKN PPL yang merupakan kependekan dari Kuliah Kerja Nyata Praktik Pengalaman Lapangan. Pada kegiatan PPL, mahasiswa akan praktik mengajar di sekolah yang telah dipilih. Maka dari itu, diadakanlah pendaftaran KKN PPL sekaligus pemilihan lokasi PPL yang berbasis website (online).

Ini yang ribet.

Pemilihan lokasi sudah menjadi perbincangan hangat beberapa minggu terakhir. Berkaca pada (gosip) tahun sebelumnya, pemilihan lokasi pada saat daftar online itu rebutan antara satu mahasiswa dengan mahasiswa yang lain. Nah, tahun ini, ketika kita akan mengantisipasi hal tersebut, kita menemui kesulitan karena kita belum tahu sekolah mana saja yang dijadikan tujuan KKN PPL, terutama untuk prodi saya, PT. Informatika. Untuk itu, koordinator KKN PPL jurusan mengumpulkan teman-teman satu prodi untuk memberikan informasi mengenai KKN PPL. Namun, pada pertemuan itu, belum disampaikan sekolah mana saja yang bisa dipilih karena masih belum fix antara nama sekolah dan kuota per sekolah.

Kita punya saran supaya saat pendaftaran online nanti tidak rebutan, kita melakukan koordinasi pemilihan tempat terlebih dahulu. Dari pihak jurusan hanya berkata bahwa kita dibebaskan memilih, nanti akan tetap dilihat lagi oleh koordinator jurusan. Memang diutamakan agar nanti memilih sekolah sesuai dengan konsentrasinya, tetapi semestinya, bisa dong mengajar pelajaran apapun selama berhubungan dengan TI?

Penyampaian daftar sekolah yang tersedia dilakukan melalui jejaring sosial, karena saya pertama kali melihatnya di facebook. Disana masih tertera dengan judul untuk tahun 2013. Apakah informasi ini valid atau tidak, saya kurang tahu tapi teman-teman sudah share daftar sekolah itu. Akhirnya saya menentukan pilihan. Ya, sebuah sekolah, sebut saja sekolah A. Teman-teman per konsentrasi (MM, MSI dan Jaringan) juga melakukan koordinasi penempatan sekolah agar saat pendaftaran online tidak terjadi rebutan. Maksud lainnya juga adalah agar dapat diketahui persebaran minat dari teman-teman informatika kemana. Kalau ternyata memang masih ada yang melebihi kuota, dipersilakan untuk koordinasi secara personal. Intinya mah, kita tep pengen semuanya lancar dan nggak ada yang merasa dirugikan.

Sampai satu hari menjelang daftar online, masih simpang siur kabar fiksasi per konsentrasi. Untuk Multimedia sendiri, memang sudah diplotkan sendiri tapi masih ada yang melebihi kuota. Untuk jaringan, saya dapat data yang katanya sudah fix. Sementara MSI, saya taunya mereka rebutan.

Saya cuma bisa berdoa semoga saya mendapatkan apa yang saya pilih. Gitu aja.

Menjelang hari Senin (27/01) jam 00.00, sosmed dipenuhi temen-temen yang akan daftar online. Saya sendiri ketiduran dari jam 21.00 sampai jam 23.45 jadi kurang begitu tahu apa yang terjadi selama saya tidur. Saya cuma bersyukur bangunnya nggak lebih dari jam 00.00.

Ternyata, setelah jam 00.00 berlalu, website tempat daftar onlinenya masih belum bisa diakses. Bisa dibayangkan, yang menanti untuk mengakses ada ribuan mahasiswa dari seluruh fakultas.Grup KKN PPL ramai, grup chat kelas tidak mau kalah. Saya sendiri duduk manis di depan komputer rumah sambil ditemani ibu saya. 

Lewat setengah jam, website masih belum bisa dibuka. Beberapa menganalisa dan mengambil kesimpulan bahwa sistem masih manual, jadi nunggu puskom buka. Ada juga yang bilang kalau 00.00 itu waktu GMT, jadi selisih 7 jam lebih lama dari WIB. Dan berbagai spekulasi lainnya. Tapi saya nggak berhenti mencet F5 di keyboard saya. Beberapa teman sudah mulai mengantuk dan pamit tidur.

Saya masih terjaga karena memang sudah tidak mengantuk. Ibu masih setia disebelah saya sambil terus saya mintakan doa.Grup masih ramai oleh postingan macam-macam dari teman-teman mahasiswa.

Sekitar jam 2, mulai ada perkembangan. Awalnya malah diminta memilih sekolah SBI atau non SBI yang sebelumnya tidak dijelaskan. Tidak beberapa lama kemudian, form tersebut hilang dan langsung bisa log in. Setelah log in, ternyata ada pemberitahuan bahwa belum melakukan pembayaran dan diminta untuk konfirmasi ke puskom terlebih dahulu. Padahal kita semua sudah bayar, kecuali yang BM (Bidikmisi). Beberapa saat kemudian direload ternyata pagenya unavailable. Setelah menunggu dan menunggu, akhirnya saya bisa sampai ke halaman memilih lokasi sekolah pada pukul setengah 3 pagi. Disana masih tertera sekolah yang saya pilih. Langsung, tanpa membuang waktu, saya klik nama sekolahnya, kemudian saya klik tombol proses. Tapi, bukannya konfirmasi yang saya terima, malah kembali ke halaman memilih sekolah, tapi sekolah pilihan saya sudah tidak ada. Nah loh. Ini bagaimana kejelasannya? Jujur, saya panik. Teman-teman satu persatu juga sudah mulai bisa mengakses sampai pemilihan lokasi, tapi setelah di reload, satu persatu daftar sekolahnya hilang. Kita mulai berspekulasi lagi bahwa web dan servernya masih belum fix, jadi beberapa ada yang memilih sekolah lebih dari satu. Istilahnya, asal klik gitu. Barangkali mereka panik karena pilihan sekolahnya sudah tidak ada, sementara mereka merasa belum memilih dan khawatir yang tersisa tinggal sekolah yang diluar dugaan mereka. Ada pula satu nama sekolah yang ternyata fiktif alias tidak ada sekolahnya. Kalau kata Rais, itu sekolah ghaib --,

Saya masih tertahan di form pemilihan lokasi tadi sambil mendaftarkan Farid karena dia tidak bisa mengakses websitenya. Ternyata kasusnya Farid sama seperti kasus saya. Setelah pilih sekolah kemudian hilang tanpa ada konfirmasi. Namun, kecurigaan berada pada urlnya, karena terdapat tulisan : "Data sudah diproses".

Tidak berlangsung lama, daftar sekolah sudah habis sementara teman-teman saya banyak yang belum memilih sekolah. Disitu kita bingung dan memutuskan akan mengkonfirmasi ini ke koordinator jurusan. Sudah sempat lega beberapa saat, saya membaca postingan salah seorang teman yang sudah bisa mencetak bukti pendaftaran. Saya langsung buru-buru mencoba lagi log in ke websitenya. Ternyata benar, data saya sudah ada. Alhamdulillah pilihan saya yang tadi ternyata betul sudah terproses. Data Farid juga ada, dan sesuai. Alhamdulillah, akhirnya saya cetak bukti pendaftarannya. 

Teman-teman yang lain ikut mengecek websitenya, ternyata banyak yang menjadi korban salah klik :o Tapi saya tidak terlalu memperhatikan karena setelah mencetak data, saya mematikan komputer. Ibu saya langsung saya peluk dan kemudian beliau pamit, "Udah, tidur gih. Ibu juga mau tidur", katanya. Saya baru bisa tertidur jam 4 kurang beberapa menit.

Paginya, saya bangun jam 6 kemudian menunaikan sholat Subuh yang super telat, lalu memantau facebook lagi untuk perkembangan selanjutnya. Alhamdulillah, rekan karib saya juga dapat di sekolah A bersama saya. Tapi ada juga yang belum log in. Kami terus menyemangati, dan ternyata pilihan sekolahnya sudah tidak ada, tapi terambil oleh teman lainnya karena panik dan asal ngeklik waktu crowded malam itu.

Akhirnya teman-teman ke kampus untuk konfirmasi perihal tempat. Saya nggak bisa ikut karena posisi sedang tidak di Jogja. Hasil pertemuan dengan koordinator jurusan adalah, beliau meminta rekap data sekolah yang didaftarkan serta data sekolah yang diinginkan dari masing-masing mahasiswa. Entah untuk apa, tapi sepertinya akan disesuaikan lagi oleh koordinator jurusan karena banyak yang ternyata tidak sesuai antara yang didaftarkan dengan yang diinginkan.

Saya masih tetap optimis di sekolah itu. 

Terakhir,
Entah apakah ada korelasinya antara judul dengan postingan saya ini. Saya hanya bercerita. Entah, sejak kapan saya lupa caranya bercerita lewat tulisan. Hehe. Semoga, apapun hasilnya nanti, saya yakin itu adalah yang terbaik. Semoga saya bisa bermanfaat dimanapun saya berada. Aamiin. Kali ini sudah harus bersiap mengabdi. Mengamalkan dan memperdalam ilmu yang telah dimiliki. Semoga berguna, baik untuk diri sendiri, syukur-syukur bisa berguna juga untuk orang lain.

Terima kasih buat Reta yang udah mau ngordinir temen-temen MM. Terima kasih buat Disma yang udah bikin grup KKN baru. Terima kasih buat semua temen-temen @cuplaxer yang selalu bisa membawa suasana se-genting apapun tetap menyenangkan. Kita tep kudu saling nyemangatin :)

Moga-moga tahun depan lebih baik semuanya.

Perjuangan baru dimulai, kawan :)

Terima kasih buat ibu yang udah nemenin. I love youuuu {}

2 komentar:

  1. itu sistem onlinenya emang bangke peh, tahun kemaren udh diprotes coz terlalu ribet, menyusahkan mahasiswa, eh taun iki jih dinggo. nek aku kenal programmere wis tak pisuhi awit biyen2

    BalasHapus
    Balasan
    1. woh mas, kalem mas kalem mas

      Hapus

Komentar dari: