28 Oktober 2012


Sepertinya merancang proposal hidup itu menyenangkan ya. Membebaskan diri kita bermimpi. Bermimpi setinggi-tingginya, membiarkan pikiran kita meliarkan dirinya. Lepas. Tanpa terbatas oleh belenggu langit-langit kamar.

Proposal kehidupan saya memang baru ada dalam benak saya. Tentang apa yang selanjutnya dan selanjutnya yang akan saya usahakan untuk saya capai dalam kehidupan saya mendatang. Saya belum berani menuliskannya, walaupun mimpi tidak terbatas, tapi saya terkadang masih takut bahwa nantinya mimpi itu yang akan membuat saya jatuh.

Saya ingin IP semester ini bisa membuat IPK saya melejit lebih tinggi lagi, menjauhi batas minimal yang terkadang membuat saya cukup was-was dalam dua semester terakhir. Saya ingin selalu memiliki perbaikan dalam setiap semester, memang terbukti, walaupun hanya naik 0,01. Tapi saya juga tidak ingin orientasi saya hanya pada nilai. Saya juga ingin apa yang saya dapatkan bukan hanya hasil, tapi juga proses yang saya alami karena saya yakin, pembelajaran paling banyak adalah ketika kita melewati sebuah proses.

Saya ingin PI ditempat yang bisa mengembangkan kemampuan saya. Sejauh ini, saya masih lebih tertarik ke dunia multimedia. Untuk itu, sepertinya bagus jika saya PI di sebuah production house *emang bisa ya?*. Dan saya juga ingin memiliki satu set perlengkapan seorang desainer grafis. Waktu itu saya ke pameran komputer, dan disana saya melihat orang-orang duduk di depan komputer. Tangan kanan mereka memegang pensil yang dibuat khusus untuk komputer, sementara tangan kiri mereka bergerak lincah diatas keyborad. Menggambar dan mewarnai sebuah karakter anime. Keren.

Kemudian, KKN-PPL. Mengaplikasikan ilmu yang telah saya peroleh untuk mengajar disekolah, dan menilai diri saya sendiri. Apakah saya sudah layak untuk menjadi seorang pendidik? Apakah ilmu yang saya miliki sudah bisa saya sampaikan dengan baik? Kalau memang dalam evaluasinya ternyata masih belum baik, saya masih bisa memperbaiki sebelum saya benar-benar terjun sebagai seorang pendidik nantinya. 

Kemudian skripsi. Nggak panjang lebar, pokoknya harus selesai dalam waktu yang seharusnya. Saya nggak ingin terlalu lama, tapi juga nggak ingin dari proses yang cepet itu hanya lewat sekelebat aja tanpa ada bekas dan sebuah pemahaman yang untuk seterusnya nemplok di mindset saya. Terus ujian, yudisium, wisuda, lulus. Daan, jadi guru di sekolah. Entah kenapa sampai sekarang masih kebayang buat jadi guru SMP, meskipun menurut orang-orang jika kita ingin kemampuan kita berkembang, paling enggak harus ngajar SMK. Tapi itu bener deh, yang ada di bayangan saya masih SMP, SMP dan SMP.

Nggak perlu nunggu waktu lama, saya ingin bisa dapat pekerjaan maksimal 4 bulan setelah lulus. Tentunya jadi seorang guru. Disamping itu, kalau nanti latar belakang saya masih di multimedia, saya ingin punya perusahaan advertising juga. Mulai dari skala kecil, dan semoga seterusnya bisa berkembang jadi skala besar dan buka cabang dimana-mana.

Daan, 4 atau 5 tahun dari sekarang, saya ingin ketika semuanya sudah dirasa mapan.. Ehem, ya gitu lah :3 Getting married. Terus ikut suami dimanapun dia berada. Syukur-syukur bisa buka cabang perusahaan advertising punya saya. Atau, kolaborasi? Hehe.



Sebenernya, saya juga ingin menghajikan kedua orang tua saya. Terus, menempatkan mereka di tempat yang layak tanpa harus bekerja keras lagi. Saya biarkan mereka untuk beristirahat setelah selama ini membanting tulang membesarkan anak-anaknya. Saatnya saya yang bekerja, yang produktif dan membantu mereka.

Terus, saya sama suami pergi ke Paris, atau Dubai. Liburan, atau sekalian ke luar negeri sambil cari referensi buat kuliah S2 ? Hehe..

Indah ya..? Yak, itu lah sedikit proposal hidup saya.  Semoga seiring dengan perjalanan waktu, semua proposal ini bisa di acc oleh Yang Maha Memiliki Kehidupan. Aamiin.........

Ayok, Peh. Balik lagi ke materi ujian struktur data... *nyengir*

Komentar dari:

Precious Moment . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates