14 September 2012

Kayaknya sesuai dengan judul postingan kali ini, sudah bisa ditebak juga apa yang akan saya tuliskan. Ya, nggak apa-apa lah ya daripada nggak jadi cerita :D

Jadi, sekitar semingguan yang lalu, sepulang praktikum komunikasi data tanggal 4 September 2012, saya serta beberapa teman berhenti di depan mading kampus yang berada di dekat kantin. Mata saya kemudian tertuju pada sebuah kertas cokelat yang berukuran agak besar. Disitu tertulis bahwa KSR UNY mengadakan acara donor darah dan bakti sosial. Untuk donor darahnya sendiri dilaksanakan selama 2 hari, yaitu Selasa dan Rabu, 11-12 September 2012. Saya yang memang sedang ingin donor darah lagi setelah terakhir mendonorkan darah Februari yang lalu, langsung sangat antusias menyambut agenda itu. Ternyata saya tidak sendiri, beberapa teman juga ternyata mempunyai niat yang sama untuk ikut andil dalam acara donor darah tersebut. Singkatnya, kami janjian untuk donor darah pada hari Selasa, 11 September 2012 sepulang kuliah.


Sambil menunggu tanggal pelaksanaan donor darah tersebut, saya juga masih mempunyai tanggung jawab dalam acara makrab jurusan. Yah, sampai hari minggu masih sangat disibukkan dengan banyak hal untuk persiapan acara makrab dan juga pelaksanaan makrab tersebut. Jujur saja, kondisi fisik semakin tidak fit karena cukup lelah, ditambah asupan makanan yang sebenarnya jauh dari kata 4 sehat 5 sempurna.

Sampailah pada hari pelaksanaan donor darah, saya berangkat ke SC (Student Center) sebagai tempat pelaksanaan donor darah tersebut bersama Annis dan Disma. Ini adalah kali ketiga saya berangkat ke tempat pendonoran darah seumur hidup saya. Annis dan Disma juga bukan pertama kalinya datang ke tempat pendonoran darah loh :)

Ketika sampai, kami langsung menuju tempat pendaftaran. Sebelum mengisi formulir, saya dan Annis mengecek berat badan kami di timbangan. Diluar dugaan, berat badan saya tidak mencapai batas minimum diperbolehkannya melakukan donor darah. Dari seharusnya batas minimum adalah 50kg, berat badan saya hanya 49kg saat menimbang hari itu. Wah, rasanya cukup nyesek juga. Pertama kalinya ditolak donor karena berta badan yang tidak memenuhi standar.. Saya memang menyadari, beberapa hari terkahir terutama ketika persiapan sampai pelaksanaan makrab makan saya tidak teratur dan hanya sedikit padahal aktivitasnya banyak. Entah itu banyak berpengaruh atau tidak, yang jelas saya merasa cukup kurus saat ini. Hehe. Sementara itu, Disma dan Annis lolos di pendaftaran karena berat badan mereka berdua mencukupi untuk donor. Ini adalah pertama kalinya untuk Disma dan Annis lolos di pendaftaran ketika mereka akan mendonorkan darah mereka.

Setelah mendapatkan nomor antrian untuk cek Hemoglobin, kami bertiga masuk ke SC dan menunggu di kursi yang telah disediakan. Begitu kami masuk, kami mendengar sayup-sayup suara musik, dan ketika kami menengok, terpampanglah speaker hitam besar dengan tulisan "PJE". Waaaaa, ternyata.... :D Oiya, Mohon maaf yak panitia, saya nggak lolos di awal tapi malah ikut-ikutan duduk di antiran :3 *nyengir*. Ditengah penantian (halah), Disma dan Annis banyak bertanya pada saya soal donor karena disitu hanya saya yang sudah pernah merasakan jarum suntik dan selangnya menyedot 250cc darah dalam tubuh saya. Ya, saya hanya berkata dinikmati saja. Hehe.

Ketika nomor Annis dipanggil untuk tes HB, kami menunggu apakah Annis akan lolos untuk tahap selanjutnya? Ternyata.... Jejeng, Annis belum dapat kesempatan ternyata. HBnya terlalu rendah. Menurut yang memeriksa, HB rendah bisa disebabkan karena kecapekan, kurang istirahat dan kurang sayuran hijau. Haha. Jelas lah, kalau begitu. Energi kami memang terkuras saat marab kemarin (kebetulan, kami bertiga adalah panitia makrab jurusan) ditambah asupan makanan yang hanya sedikit. Setelah nomor Disma dipanggil, ternyata HBnya juga terlalu rendah dan tidak memenuhi syarat untuk mendonor. Kemungkinan, jika semua panitia makrab mendaftar juga tidak akan diizinkan semua mengingat banyaknya kegiatan dan kondisi fisik yang terlalu lelah usai makrab. Kami bertiga hanya tertawa, ternyata kami bertiga belum diberikan kesempatan untuk mendonorkan darah kami hari itu.

Semoga masih ada kapan-kapan ya :D

Komentar dari:

Precious Moment . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates