19 Agustus 2012

Pic taken from here


17 Agusustus 2012 kemaren, saya sama masnya Alhamdulillah punya kesempatan buat nonton film ini. Tadinya mau nonton pas premiere sama Akhi dkk tapi ternyata ada sesuatu yang bikin acara nontonnya harus sedikit diundur. Tapi nggak masalah, toh nggak akan ngerubah jalan cerita filmnya mau ditonton kapanpun :) *nyengir*

Kali ini, saya mau sedikit mengulas. Eh bukan sih, mengomentari sebagai orang awam perihal film Perahu Kertas garapannya Om Hanung Bramantyo ini. Sebelumnya, kelas 3 SMA saya udah baca novel Perahu Kertas yang tebelnya 300an halaman dalam waktu sehari saking seru dan bikin penasarannya ni cerita. Begitu dalam dan mak jleb kata-kata yang dipilih Dee (pengarang Novel Perahu Kertas) sehingga bisa membuat saya selaku pembaca sebentar-sebentar ngakak, terus nggak lama kemudian terharu. Wah bener-bener memainkan perasaan. Dan kayaknya kalo mau nulis perasaannya habis baca Novel Perahu Kertas, mending baca reviewnya sekalian. Pokoknya T.O.P banget deh Novelnya.

Dan ketika kabar berhembus bahwa Novelnya akan di filmkan, saya excited banget. Penasaran. Akan seperti apakah Perahu Kertas jika difilmkan? Permasalahannya, imajinasi saya sudah dibawa kelangit ke7 sama Dee lewat novelnya. Dan Perahu Kertas the movie akan saya nilai sukses jika ditampilkan melebihi imajinasi saya :p *emangnya saya siapa*.

Begitu kabar mencuat, saya segera membooking masnya. Hehe, maklum, orang sibuk jadi kalo mau minta jamnya harus pake proposal dan nunggu di acc dulu :D *wkwk* Alhamdulillah masnya menyanggupi. Tapi tetep aja pas hari H nya dia gak bisa, dan harus ditunda.


Jadilah. 17 Agustus 2012 kemaren saya duduk anteng nunggu masnya yang dateng jam setengah dua :3 Terus masuk ke studio, duduk, dan film dimulai...

Saya bener-bener memperhatikan setiap detailnya. Tapi saya nggak dapet darimana Keenan muncul ? Bukankah di Novel awalnya itu dia sama Neneknya di Belanda? Ujug-ujug weh di kereta.. Karakter Noninya sih dapet tuh, bawel. Ekonya juga lucu. Tapi lagi-lagi ada yang hilang, Pisang Susu? Nggak ada juga... Terus yang pas Noni marah sama Kugy, kan di Novel tuh ada tambahan pas Eko sama Kugy pelukan habis sidang skripsi, ini juga nggak ada >,<

Alur ceritanya juga menurut saya terlalu cepet, dan detailnya nggak begitu dapet. Feel Kugy-Keenan juga nggak bisa bikin saya merasa galau. Pengenanalan Pilik juga nggak dapet. Pokoknya terlalu cepet..

Sisi bagusnya, ketika di filmkan, cerita ini terlihat banyak komedinya. Mulai dari gaya Kugy kalo udah pasang kuda-kuda radar Neptunus, sampeeee di akhir cerita ketika Eko dua kali salah ngomong pas ijab kabul dan pas adegan itu, masnya ketawa sampe geliiii banget. Sukses yang itu... :D

Btw, Remi nya ganteng :3 Hehe.

Mungkin memang tidak memungkinkan kalau semua detail di Novel dimasukkan ke film. Bisa jadi berapa bagian tuh filmnya? Atau, mungkin beberapa saat lagi akan muncul Perahu Kertas the Series? Tapi saya nggak yakin kalo itu muncul, bakal bisa menyampaikan detailnya sebagus Dee menceritakan lewat tulisan. Atau mungkin malahan akan muncul boyband ? Who knows? Hehe.. Ya mungkin terkait dana, atau apalah aku nggak begitu paham soal film. Ini cuma penilaian saya sebagai penikmat novel dan filmnya itu, aku nggak punya ilmu sinematografi se ahli para kritikus film *opo hlooo*. Jadii........ correct me if I'm wrong :3

Komentar dari:

Precious Moment . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates