12 Mei 2012

Uji Emosi

Di kendaraan, biasanya ada uji emisi untuk mengetahui kelayakan jalan dari kendaraan tersebut. Tapi ini beda, ini uji emosi bukan uji emisi. Bukan juga uji kelayakan apakah perasaan saya masih diberi kesempatan untuk bisa bertingkah seperti sedia kala atau haruskah ada yang 'dirubah'. Hehe.

Skip.

Intinya, hari ini amat sangat menguji emosi saya. Mulai dari pagi, dimana ada sebuah fakta yang nggak enak  dari seorang teman. Sebuah hal yang menyulut emosi saya. Membuat saya jadi ingin melumatnya lalu membuang jauh-jauh dari kehidupan saya. Teman saya yang lain, yang saya beritahu soal ini pun langsung tersulut emosinya. Bagaimana tidak, kami semua tidak menyangka dia akan bertindak sejauh ini. Sebenarnya saya merasa dirugikan, karena disini saya jadi merasa dia menganggap bahwa semua kesalahan ada pada saya -_-

Kedua, pengumuman kepanitiaan. Saya masuk ke sie yang bukan keinginan saya. Sayangnya keputusan itu udah nggak bisa dirubah lagi.

Ketiga, permasalahan dengan tinta dan printer untuk mencetak perlengkapan technical meeting acara yang saya panitia-i bersama teman-teman. Pekerjaan tertunda beberapa jam. Lalu ketika diinstall, printernya nggak bisa terdeteksi. Wah, benar-benar menguras hati.

Akhirnya, akumulasinya adalah saya jadi marah-marah sendiri. Merengut. Manyun. Semua orang kena imbasnya. Dan ketika salah seorang bertanya via telefon, "Han, kamu kenapa?" Saya malah nangis T.T

Tapi Alhamdulillah, malam ini. Ketika menulis ini, perasaan saya yang seharian ini kelewat jelek nggak kebawa. Udah bisa ketawa-ketawa. Dan udah bisa menganggap semuanya adalah pelajaran, dan pasti ada sesuatu dibalik ini semua.

Untuk permasalahan pertama.Sebaiknya saya memang harus 'mendiamkan' orang itu. Dan jangan sampai hal itu berpengaruh banyak terhadap kehidupan saya. Biarkan orang itu dengan kemauan dan jalan hidup yang dia pilih untuk dirinya sendiri. Nggak usah mikirin yang bukan jatahmu, Han.

Yang kedua, saya bisa nerimo karena belajar tak harus dari sie yang saya inginkan. Semua sie adalah proses belajar. Disini saya ditantang untuk bisa menaklukan apa yang tidak saya kehendaki pada saat ini, hingga akhirnya dibelakang nanti, saya ketagihan dan ingin mendalami sie ini. Aamiin...

Terakhir, mm.. Allah tidak akan membiarkan hambaNya sendirian kok. Tadi di saat-saat terakhir, Allah ngirim ke alam bawah sadarku supaya aku sms salah seorang teman dan Alhamdulillah teman itu bisa bantu buat proses cetak-mencetak. Lega rasanya...

Dan malam ini, saya bisa mengevaluasi diri saya sendiri mengenai ujian emosi yang saya dapatkan hari ini. Saya harus lebih banyak ikhlas. Karena ikhlas adalah kunci agar kita bisa mendapatkan pelajaran berharga bahkan dari hal buruk sekalipun. Dan memang ikhlas bukanlah hal yang mudah, untuk itu mulailah sedikit demi sedikit.

Tapi.... berapa ya nilaiku untuk uji emosi hari ini? Wallahu alam...

2 komentar:

  1. postingan yang bagus sob

    salam kenal n sekalian izin follow

    BalasHapus

Komentar dari: